RSS Feed

Sekolah coklat

Sekolah yang Bikin Awet Muda

author : Ade Sulaeman
Sunday, 23 October 2011 – 06:07 pm

Ade

Seorang chocolatier menunjukan teknik tempering.

Intisari-Online.com – Istilah “sekolah” biasanya melibatkan aktivitas-aktivitas yang membuat perut lapar karena lelah beraktivitas ataupun berpikir. Tapi, sekarang ternyata ada sebuah sekolah yang tidak hanya memberi kita pengetahuan tetapi juga membuat perut kenyang, bahkan bisa membuat awet muda juga. Namanya sekolah cokelat.

Di sekolah ini, cokelat akan ‘berserakan’ di depan mata Anda. Tentunya tidak hanya dapat dilihat. Cokelat-cokelat tersebut dapat Anda cicipi langsung di tempat. Bahkan cokelat yang Anda olah sendiri dapat langsung dibawa pulang. Sementara itu, dengan kandungan fenol serta flavonoid di dalamnya, kakao (bahan dasar cokelat), bisa dipastikan akan menghambat penuaan karena keduanya merupakan antioksidan. O iya, flavonoid juga berguna untuk mengurangi risiko kanker.

Jumat, 21 Oktober 2011 yang lalu, Intisari diundang oleh Chocolate School by Tulip untuk datang berkunjung. Tentunya, tidak sekedar berkunjung, karena bersama dengan 13 orang jurnalis dari beberapa media massa yang lainnya, Intisari diajak untuk lebih mengenal cokelat serta “praktikum” simple chocolate confectionery alias membuat cokelat yang paling sederhana.

Dimulai dengan beberapa pemaparan singkat tentang sejarah pemanfaatan dan pengolahan cokelat serta teknik-teknik dasar pengolahannya. Cokelat yang sudah dikonsumsi manusia sejak 3000 tahun yang lalu ini dalam proses pengolahannya mengikuti sebuah aturan yang mirip dengan aturan dalam penelitian kuantitatif, yaitu ketika di dalam prosesnya terdapat kesalahan, maka proses tidak dapat diperbaiki di tempat kesalahan terjadi, akan tetapi harus mengulang proses dari awal.

Selanjutnya seorang profesional chocolatier, Andy van den Broeck mempraktikkan teknik tempering. Tempering merupakan sebuah tahap untuk membuat adonan cokelat lebih solid sehingga mudah untuk dicetak. Hal ini terkait dengan jenis ‘ramuan’ cokelat yang digunakan, yaitu ‘real chocolate’, yaitu jenis cokelat olahan yang gampang meleleh dan jarang dijual di Indonesia.

Andy juga mempraktikkan tahap selanjutnya, yaitu molding, mencetak cokelat. Pada tahap ini, para peserta mulai mengolah cokelat masing-masing. Dengan beberapa pilihan adonan seperti dark dan milk chocolate, peserta dapat menentukan komposisi cokelat yang akan dicetaknya. Selain dicetak dalam bentuk kecil yang sederhana (bentuk bulat atau hati), cokelat juga dicetak menjadi boneka, Menara Eiffel, ataupun kereta api.

Di akhir pelatihan, sekolah yang peserta didiknya kebanyakan para entrepreneur ini membagikan cokelat kepada para peserta. Tentunya cokelat-cokelat tersebut merupakan olahan mereka masing-masing. Yummy, otak, hati, dan perut sama-sama ‘diisi’. Masing-masing oleh pengetahuan, perasaan senang, dan tentunya oleh cokelat itu sendiri.

http://intisari-online.com/read/sekolah-yang-bikin-awet-muda

One response »

  1. wah mau tuh belajar coklat……….kayanya mahal tuh…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: